ANALISA KANDUNGAN ASAM BENZOAT PADA MANISAN BUAH JAMBU BIJI YANG DIPERJUALBELIKAN DI PASAR TEMBUNG MEDAN TAHUN 2017

  • Geminsyah Putra Siregar Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Medan
Keywords: Manisan Jambu Biji, Asam Benzoat

Abstract

Indonesia memiliki iklim tropis namun banyak sumber daya alam yang belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat seperti jambu biji. Jambu biji merupakan tanaman multifungsi dan serbaguna, jambu biji disebut klutuk yang merupakan salahsatu jenis makanan yang memiliki kandungan gizi, vitamin dan mineral yang pada umumnya sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari. Jambu biji juga sering dibuat manisan. Pada manisan buah jambu biji biasanya produsen menggunakan bahan tambahan makanan yang sering disebut asam benzoate, dengan tujuan untuk menghambat pertumbuhan mikroba, jamur dan dapat menjadi bahan pengawet yang dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama. Biasanya manisan jambu biji yang tidak menggunakan bahan pengawet hanya dapat bertahan paling lama kurang dari lima hari, lebih dari itu manisan tersebut sudah tidak layak untuk dikonsumsi, sebab akan tercemar mikroba ataupun jamur.Tempat penelitian dilakukan di : Laboratorium Jurusan Analis Kesehatan jalan Williem Iskandar pasar V Barat Medan. Waktu penelitian : Juni – Agustus 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah : bersifat Eksperimen laboratorium yaitu dengan menggunakan metode titrasi alkalimetri sedangkan uji kualitatif dengan etanol dan asam sulfat untuk mengetahui ada tidaknya asam benzoat yang terdapat dalam sampel. Berdasarkan hasil penelitian dari 5 sampel manisan jambu biji kadar Asam benzoat yang di dapat kode A= 0,1075 g/kg, kode B = 0,1137 g/kg, kode C= 0,0834 g/kg, kode D= 0,1064 g/kg, kode E= 0,0573 g/kg, berkisar antara 0,0573 g/kg – 0,1137 g/kg hasil ini masih dalam ambang batas yang diperbolehkan. Sesuai Peraturan Kementrian Kesehatan RI No. 722/Menkes/Per/IX/1988 tentang penggunaan asam benzoate yang diperbolehkan adalah tidak melebihi 1 g/kg. Dengan demikian, manisan buah jambu biji yang diperjualbelikan di Pasar Tembung Medan masih aman untuk di konsumsi.

Published
2018-10-19