HUBUNGAN JENIS KELAMIN, USIA DAN SKEMA OKLUSI DENGAN GANGGUAN SENDI TEMPOROMANDIBULAR PADA MAHASISWA FKG USU

  • Ariyani Dallmer Departemen Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara
  • Mira Ginta Sembiring
Keywords: Jenis Kelamin, Usia, Skema Oklusi, Gangguan Sendi Temporomandibular

Abstract

Oklusi fungsional terbagi atas gerakan lateral dan protrusif. Kaninus dan gigi posterior berkontak saat
pergerakan lateral. Kontak saat gerakan lateral disebut skema oklusi. Hubungan antara skema oklusi dan
Gangguan Sendi Temporomandibular (STM) masih diperdebatkan dalam kedokteran gigi. Etiologi
gangguan STM terbagi atas faktor perpetuasi seperti jenis kelamin, faktor predisposisi seperti usia dan skema
oklusi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat prevalensi dan hubungan antara jenis kelamin, usia dan skema
oklusi dengan gangguan STM. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan metode cross sectional.
Sampel penelitian ini adalah mahasiswa FKG USU. Jumlah sampel sebanyak 100 orang. Subjek diperiksa
dengan RDC/TMD dan pemeriksaan skema oklusi dengan shim stock. Kemudian dianalisis dengan uji chi
square dan kolmogorov smirnov. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara jenis
kelamin dan skema oklusi dengan gangguan STM, namun terdapat hubungan antara usia dengan gangguan
STM. Penelitian ini juga menunjukkan adanya subjek yang memiliki kombinasi antara skema oklusi canine
guidance dan group function.

Published
2018-10-19