DETERMINAN PSIKOLOGIS YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA HALUSINASI PENDENGARAN PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RUANG RAWAT INAP RSJ PROF. DR. MUHAMMAD ILDREM TAHUN 2017

  • Endang Susilawati Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Medan
  • Pondang Purba Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Medan
Keywords: Determinan Psikologis, Halusinasi Pendengaran, Gangguan Jiwa

Abstract

Gangguan jiwa (mental disorder) merupakan salah satu dari empat masalah kesehatan utama di negara-negara maju. Penyakit yang menempati urutan empat besar adalah penyakit degeneratif, gangguan jiwa, dan kecelakan. Gangguan jiwa tidak dianggap sebagai gangguan yang menyebabkan kematian secara langsung, namun beratnya gangguan tersebut dalam arti ketidk mampuan serta invaliditas baik secara individu maupun kelompok akan menghambat pembangunan, karena mereka tidak produktif dan tidak efisien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan psikologis yang berhubungan dengan terjadinya halusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa di ruang rawt inap RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan tahun 2017. Jenis peneliti ini adalah analitik observasional yaitu untuk mencari hubungan antar variabel. Desain penelitian ini adalah cross sectional, yaitu penelitian yang pengukuran variabel-variabelnya dilakukan hanya satu kali, pada satu saat. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik systematic sampling besar sampel sebanyak 39 responden. Analisan datta menggunakan uji chi square, uji ini akan dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS 16,0 dengan nilai signifikan p<0,15. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara determinan psikologis terhadap terjadinya halusinasi pendengaran dengan nilai p value= 0,00 dengan (p<0,15). Kesimpulan, ada hubungan antara determinan psikologis terhadap terjadinyahalusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa.

Published
2018-10-19